10.36090 HUBUNGAN ANDROPAUSE DENGAN STRES PADA PRIA BERISTRI HUBUNGAN ANDROPAUSE DENGAN STRES PADA PRIA BERISTRI

Main Article Content

zul Zulfikar
Andi Resvi

Abstract

Hubungan Andropause dan Stres pada Pria Beristri Andropause merupakan kondisi penurunan fungsi terkait testosteron pada pria paruh baya hingga lanjut usia yang berlangsung bertahap, dan dapat disertai perubahan psikologis yang meningkatkan kerentanan terhadap stres. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara keluhan/gejala andropause dan stres pada pria beristri di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan berjumlah 100 pria beristri usia >40 tahun yang memenuhi kriteria inklusi (istri sah, lama perkawinan >15 tahun, minimal dua anak, berdomisili di Makassar). Keluhan andropause diukur dengan skala andropause yang disusun berdasarkan indikator ADAM, sedangkan stres diukur dengan skala stres berdasarkan karakteristik stres umum. Data memenuhi asumsi normalitas dan linearitas (p>0,05). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara andropause dan stres (r=0,562; p<0,001), dengan sumbangan efektif sebesar 31,5% (R²=0,315). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak keluhan andropause yang dirasakan, semakin tinggi tingkat stres pada pria beristri. Implikasi penelitian menekankan pentingnya edukasi, skrining dini, dan intervensi gaya hidup sehat untuk membantu adaptasi pria pada masa andropause.

Article Details

Section
Articles