10.36090 COPING STRES AYAH SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL PASCA PERCERAIAN COPING STRES AYAH SEBAGAI ORANG TUA TUNGGAL PASCA PERCERAIAN

Main Article Content

Dewi Angreini
Faisal Ramdhan

Abstract

Penelitian ini mengkaji coping stres ayah yang menjadi orang tua tunggal pasca perceraian. Topik ini penting karena perceraian mengubah struktur keluarga dan menempatkan ayah pada peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama, kondisi yang dapat memunculkan tekanan emosional, sosial, dan praktis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi terhadap dua orang ayah tunggal di Kota Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami tekanan psikologis yang kuat terkait beban pengasuhan, tanggung jawab ekonomi, pengelolaan rumah tangga, serta perubahan peran setelah perceraian. Pola coping yang tampak cenderung maladaptif, seperti meluapkan kemarahan kepada anak, menghindari rumah, merokok berlebihan, konsumsi minuman keras, perjudian, dan pada salah satu subjek penggunaan zat terlarang. Meskipun demikian, kedua subjek tetap menunjukkan keterikatan dengan anak dan berupaya menjalankan pengasuhan di tengah keterbatasan. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan regulasi emosi, kompetensi pengasuhan, dan dukungan sosial bagi ayah tunggal pasca perceraian. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya layanan pendampingan psikologis dan edukasi pengasuhan agar strategi coping ayah menjadi lebih adaptif dan tidak berdampak negatif pada anak.


 

Article Details

Section
Articles