Fungsi Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Terhadap Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Kab. Sorong Selatan Provinsi Papua Barat
DOI:
https://doi.org/10.36090/jh.v9i1.1034Keywords:
BAPENDA FUNCTION, Regional Autonomy, South SorongAbstract
ABSTRACT: The implementation of regional autonomy must be balanced with adequate financial support to finance the implementation of regional development. As for regional financing in the implementation of regional autonomy, the emphasis is on efforts to increase regional revenue optimally by utilizing regional revenue sources. The purpose of this research is to know and analyze the implementation of the functions of the Regional Revenue Agency to increase the Regional Original Revenue in South Sorong Regency and to know and to analyze the inhibiting factors for the implementation of the Regional Revenue Agency functions to increase the Regional Original Income in South Sorong Regency. The use of this research is as input for the Regional Revenue Agency in South Sorong Regency. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. The results showed that the revenue received from South Sorong Regency had not reached the predetermined target. The highest achievement was in 2019 which reached 146% and the lowest was in 2017 which reached 65%.
ABSTRAK: Penyelenggaraan Otonomi daerah wajib di imbangi dengan dukungan keuangan yang memadai untuk membiayai penyelenggaraan pembangunan daerah. Adapun pembiayaan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah ditekankan pada upaya peningkatan penerimaan daerah secara optimal dengan memanfaatkan sumber-sumber pendapatan daerah. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pelaksanaan fungsi Badan Pendapatan Daerah terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Sorong selatan dan Mengetahui serta menganalisis faktor penghambat pelaksanaan fungsi Badan Pendapatan Daerah terhadap peningkatan Pendapatan asli Daerah di Kabupaten Sorong selatan. Kegunaan pada penelitian ini ialah sebagai bahan masukan terhadap Badan Pendapatan Daerah di Kabupaten Sorong Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sorong Selatan yang diperoleh belum mencapai target yang telah ditentukan. Pencapaian tertinggi pada tahun 2019 yang mencapai 146 % dan sedangkan yang terendah pada tahun 2017 yang mencapai 65%.
