Damai Tanpa Bullying Di Sekolah Menurut Perspektif Guru Agama di Kota Tarakan

Authors

  • Israpil Israpil Balai Penelitian Dan Pengembangan Agama Makassar

Keywords:

Guru Agama, Mencegah Bullying, Tarakan

Abstract

Tulisan ini hadir dan terinspirasi dari kegiatan pengembangan pembuatan modul budaya damai dengan tema 101 cara mengatasi bullying di sekolah yang diselenggarakan oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Pembahasan utama dalam kegiatan tersebut adalah bullying dari perspektif guru agama. Kegiatan pengembangan ini dilakukan selama 12 hari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Setiap tahapan tersebut peneliti mengumpulkan datanya melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Adapun sasaran penelitian ini adalah guru agama di SMA dan MA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan budaya damai di sekolah adalah salah satu bentuk untuk meminimalisir tindakan bully di sekolah. Guru agama dipandang mampu untuk mengarahkan peserta didiknya mengamalkan budaya damai tanpa bully di sekolah menurut persepektifnya masing-masing. Guru agama Islam, memandang bahwa kegiatan bully di sekolah tidak dibenarkan, hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qurán Surah Al-Hujarat:11, antara lain isinya dilarang mencela dan merendahkan antara sesame ciptaan Tuhan. Guru Agama Kristen, memandang bahwa peserta didik perlu memaknai damai itu sendiri, terutama dikaitkan dalam Al-Kitab Surat Matius 22:35 dan Yohanes 14:27. Guru Agama Katolik memandang bahwa pemahaman budaya damai dan toleransi kepada peserta didik dengan menonton dan menyimak youtube terkait indahnya damai, dan mendiskusikan Firman Tuhan: tentang gambar dan rupa Allah dalam kejadian I ayat 26-28. Guru Agama Budha member pemahaman kepada peserta didiknya dengan cara brain storming dengan konsep meta (cinta kasih). Materi pembelajaran tersebut akan di aplikasikan dalam mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti, baik dalam proses pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas.

Downloads

Published

2020-05-02

Most read articles by the same author(s)

  • seminar nasional, SNLPPM-UIT, Mirnawati Mirnawati, Darma Darma, Dian Angreiny, Suci Ayu Kurniah P, Ikang Susmita, Nanang Al Hidayat, Helva Rahmi, Ariyanto M, Darmawan Risal, Hardiyati Hardiyati, Abdul Rahman, Faridah Faridah, Muhammad Arfin, Lutfi Lutfi, Marhtyni Marhtyni, Muhammad Irwan, Suparman Mekkah, Khaerun Nisa', Hamsiati Hamsiati, Israpil Israpil, Ahmad Ghazali Samad, Dewi Isnaeni, Sri Wahyuni, Rosita Rosita, Maisya Zahra Al Banna, Sri Sujawaty, Rahayu Eryanti, Saripati Bunga Alam, Nurqalbi Sr, Riswan Riswan, Fadjriah Ohorella, Rismawati Rismawati, Nurhidayat Triananinsi, Jumrah Jumrah, Rika Handayani, Ani T Prianti, Irma Irma, Hasriani Hasriani, Suhaera Suhaera, Sumarni Sumarni, Salmia Salmia, Andi Maryam, Ilham Safar, Vina Septiana Windyasari, Nurmiati Nurmiati, Marlina Marlina, Andi Hafidah, Sahabuddin Sahabuddin, Ophirtus Sumule, Ela Ellyana, Saruni Saruni, Rohani Mustari, Muhammad Ramli Rahman, Mildaratu Mildaratu, Amriani Amriani, Aminullah Aminullah, Nurafni Nurafni, Rostini Rostini, Nurdin Nurdin, Andi Elis, Surianti Surianti, Eprianto Rerung, Karlina Karlina, Alief Albiato Syamsam, Azhar Aljurida, Zulfaidah ` Zulfaidah, Siti Wardah Hanafie Das, Rosidana Mus, Rahma Sri Susanti, Nisma Iriani, Suherman Suherman, Andi Maslia Tenrisau Adam, Nurul Fadhilah, Sitti Mirsa, Andi Nayla Milawati, Nurul Hikmah, Andi Resvi, Nani Harlinda Nurdin, Sumarnianti Usman, Samsidar Usman, Andi Hamsiah, Hermawati Hamalding, Rahmawati Rahmawati, Yurniati Yurniati, Jurnal Syarif, Rahmil Humaerah, Safaruddin Safaruddin, Husain Kasim, Muhammad Hi Hasan, Abdul Wahib Kama, Risma Haris, Nurlina Subair, Imran Subair, Nismawati Nismawati, Astuti Astuti, Alin Liana, Anita Anita, Husain As, Andi Indrawati, Buku Abstrak Seminar Nasional Sains, Teknologi, dan Sosial Humaniora Universitas Indonesia Timur 2019 , Prosiding Seminar Nasional Universitas Indonesia Timur: Vol. 1 No. 1 (2019): Buku Abstrak Seminar Nasional Sains, Teknologi, dan Sosial Humaniora Universitas Indonesia Timur 2019