HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN LANSIA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT ASAM URAT DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT ASAM URAT DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR
DOI:
https://doi.org/10.36090/jkkm.v5i2.1383Kata Kunci:
Kata Kunci : Pencegahan Asam Urat, PengetahuanAbstrak
ABSTRAK
Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan bahwa penyakit sendi di Indonesia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan (nakes) sebesar 11.9% dan berdasarkan diagnosis dan gejala sebesar 24.7%, Penyakit asam urat masih menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan, dibuktikan dari berbagai kasus komplikasi dari penyakit asam urat ini seperti gagal ginjal, batu ginjal dan lainlain masih cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan lansia dalam upaya pencegahan penyakit asam urat di Puskesmas Kassi-Kassi. Metode penelitiannya survei kuantitatif, pendekatan Cross Sectional dengan tehnik penarikan sampel Accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan program SPSS dengan uji statistik uji Chis-Square untuk analisis Bivariat serta Penyajian Data disajikan dalam bentuk tabel dan disertai dengan penjelasannya. Hasil penelitian ada hubungan tingkat pengetahuan lansia dari aspek Tahu dengan nilai X² (5,567) dan (p) (0,018), aspek memahami nilai X² (9,259) dan (p) (0,002) dan aspek aplikasi nilai X² (4,972) dan (p) (0,026) dalam Upaya Pencegahan Penyakit Asam Urat. Diharapkan bagi lansia penderita asam urat untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan perilakunyan tentang pencegahan asam urat dan rutin memeriksakan kadar asam urat ke petugas kesehatan, Serta mengurangi mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein. Bagi Institusi pelayanan kesehatan diharapkan membuat program baru bagi para lansia seperti penyuluhan, pengobatan gratis, dan senam lansia yang melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan lainnya.
