FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT PABATU DI SERDANG BERDAGAI

Penulis

  • Sonny Pramudya Taringan Institut Kesehatan Helvetia

DOI:

https://doi.org/10.36090/jkkm.v2i1.747

Kata Kunci:

Pelatihan, Kepemimpinan, Kompensasi, Lingkungan kerja

Abstrak

Sumber daya manusia sangat mempengaruhi diferensiasi dan kualitas pelayanan. Sumber daya manusia tersebut ialah tenaga kesehatan, tetapi tenaga kesehatan ini tentunya memiliki keterbatasan dan keanekaragaman dalam mencapai indikator mutu pelayanan yang ada dirumah sakit. Salah satu tenaga kesehatan yang ada dirumah sakit ialah perawat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Eksplanatory Research dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di rumah sakit Pabatu di Serdang Berdagai. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah perawat calon karyawan dan karyawan yang bekerja di instalasi rawat inap rumah sakit Pabatu di Serdang Berdagai sebanyak 68 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat  (p= 0,003), faktor kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p= 0,001), faktor kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat (p= 0,041) dan faktor lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja (p= 0,020). Pada faktor pelatihan berpeluang meningkatkan kinerja perawat sebanyak 4,019 kali,  pada faktor kepemimpinan, berpeluang meningkatkan kinerja perawat sebanyak 5,012 kali, Pada faktor kompensasi berpeluang meningkatkan kinerja perawat sebanyak 7,279 kali, pada faktor lingkungan kerja berpeluang meningkatkan kinerja perawat sebanyak 3,256 kali. Kesimpulan bahwa ada pengaruh faktor pelatihan, kepemimpinan, kompensasi lingkungan kerja terhadap kinerja perawat. Disarankan agar perawat mendapatkan pelatihan sesuai dengan tupoksi masing-masing ruangan tempat tugas.

Diterbitkan

2020-08-06

Cara Mengutip

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT PABATU DI SERDANG BERDAGAI. (2020). Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat, 2(1), 48-55. https://doi.org/10.36090/jkkm.v2i1.747