Penerapan Protokol Kesehatan Covid–19 Relawan Palang Merah Indonesia Pada Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sulawesi Barat
DOI:
https://doi.org/10.36090/jkkm.v3i1.1046Kata Kunci:
Protokol kesehatan, covid-19, palang merah indonesia, gempa bumiAbstrak
Indonesia terletak di antara tiga pertemuan lempeng yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng
Eurasia, dan lempeng Pasifik. Pertemuan tiga lempeng tersebut menjadikan Indonesia sebagai
daerah pasar bencana. Bencana gempa bumi yang terjadi di sulawesi barat mengakibatkan
terjadinya longsor dan beberapa daerah terisolir. Dalam Upaya penanggulangan Tanggap Darurat
Bencana (TDB) Sulawesi Barat (Sulbar), peran dari relawan sangatlah diperlukan, salah satunya
Palang Merah Indonesia (PMI). Akan tetapi, gempa bumi yang terjadi di tengah pandemic Covid-
19 mengharuskan setiap masyarakat dan relawan untuk berhati-hati guna menghindari risiko
penyebaran virus tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran
penerapan protokol kesehatan Covid–19 relawan Palang Merah Indonesia pada Tanggap Darurat
Bencana gempa bumi Sulbar. Jenis penelitian yang digunakan yakni observasi dengan
pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua relawan PMI yang bertugas
pada tanggap darurat bencana gempa bumi sulbar. Sampel diperoleh melalui Teknik purposive
sampling dengan kriteria terdaftar sebagai Relawan PMI yang dibuktikan dengan nomor
anggota/KTA, telah bertugas minimal satu minggu di lokasi TDB, berada di lokasi bencana saat
penelitian berlangsung dan bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)
89% relawan PMI TDB Sulbar memahami bahaya Covid-19 dengan baik, 11% di antaranya
kurang memahami, (2) 58% responden menggunakan masker dengan benar dan 42% tidak
menggunakan masker dengan benar, (3) 73% responden menerapkan cuci tangan dengan sabun
dan air mengalir dan 27% responden tidak menerapkan cuci tangan dengan sabun dan air
mengalir, (4) 38% responden menerapkan jaga jarak di lokasi bencana, sedangkan 62%
responden tidak menerapkan jaga jarak di lokasi bencana.
