DINAMIKA PSIKOLOGIS PRIA LAJANG USIA DEWASA MADYA

Penulis

  • Joko Pur Purwanto Universitas Indonesia Timur
  • Askari Hasanuddin Universitas Indonesia Timur
  • Muhammad Yusuf Alwi Universitas Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.36090/10.36090

Kata Kunci:

Dinamika Psikologis; Pria Lajang; Usia Madya; Psikologi

Abstrak

Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan mengungkap dinamika psikologis pria yang belum menikah pada usia dewasa madya (40–60 tahun) di Kota Makassar. Partisipan berjumlah dua orang pria berusia 43 dan 51 tahun, dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi‑terstruktur dan observasi, dilengkapi catatan lapangan. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan upaya keabsahan data seperti triangulasi dan member check. Hasil menunjukkan bahwa kedua partisipan memaknai hidup melajang sebagai kebebasan dan kemandirian, namun tetap meyakini pernikahan sebagai tuntutan perkembangan dan norma sosial. Faktor pendorong tetap melajang meliputi keinginan untuk hidup bebas dan mandiri, kecenderungan selektif dalam memilih pasangan, kekhawatiran terkait mahar/uang panai dan kesiapan ekonomi, serta kejenuhan dalam relasi. Secara psikologis, status lajang memunculkan emosi yang tidak stabil, rasa sepi, malu, dan ketidakbahagiaan, yang tampak dalam respon kognitif dan perilaku berbeda—mulai dari perilaku penghindaran hingga upaya terarah mengumpulkan modal untuk menikah. Temuan ini menegaskan interaksi antara tekanan sosial-budaya dan makna personal dalam membentuk dinamika emosi, kognisi, dan perilaku pria lajang dewasa madya.

Diterbitkan

2026-03-14

Terbitan

Bagian

Jurnal SKIsO