Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi Terhadap Bantuan Dana Desa Kabupaten Jeneponto

Authors

  • Lisa Mery Universitas Indonesia Timur
  • Asba Hamid Universitas Indonesia Timur
  • Safri Safri Universitas Indonesia Timur

DOI:

https://doi.org/10.36090/jh.v11i02.1401

Keywords:

law enforcement, corruption crimes, village funds, Penegakan hukum, tindak pidana korupsi, dana desa

Abstract

ABSTRACT: Research aims determine corruption criminal acts regulation in village funds and obstacles corruption criminal acts law enforcement in village funds use. Research method uses normative law aimed at legal principles, all regulations and laws relating to villages, village government and village funds use. Research results: corruption criminal acts law enforcement in village funds in Jeneponto by Police and Prosecutor's Office still repressive, namely law enforcement by taking action crimes or violations that disturbances security and public order. Obstacles in corruption criminal acts law enforcement in village funds: differences in law enforcement's perception of calculating state losses, difficulty in presenting witnesses, convicts do not have assets to pay compensation and weak faith in managing village funds. Corruption criminal acts law enforcement in village funds should not only be carried out repressively, but must act preventively and pre-emptively. Each Village Head careful in using village funds to avoid corruption.

ABSTRAK: Penelitian bertujuan mengetahui pengaturan tindak pidana korupsi dana desa dan hambatan penegakan hukum tindak pidana korupsi penggunaan dana desa. Metode penelitian menggunakan hukum normative ditujukan kepada asas-asas hukum, segala peraturan dan undang-undang berkaitan dengan desa, pemerintahan desa dan penggunaan anggaran desa. Hasil penelitian: penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa di Jeneponto oleh Kepolisian dan Kejaksaan masih bersifat represif, yaitu penegakan hukum dilakukan dengan cara menindak suatu kejahatan atau pelanggaran berupa gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum. Hambatan dalam Penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa: perbedaan persepsi penegak hukum menghitung kerugian Negara, Sulitnya menghadirkan saksi, Terpidana tidak memiliki harta untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan dan lemahnya Iman pengelolah dana desa. Seharusnya penegakan hukum tindak pidana korupsi dana desa tidak hanya dilakukan secara represif, namun harus bertindak secara preventif dan pre emtif. Setiap Kepala Desa lebih berhati-hati menggunakan dana desa agar tidak korupsi.

Downloads

Published

2023-10-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Analisis Yuridis Tindak Pidana Korupsi Terhadap Bantuan Dana Desa Kabupaten Jeneponto. (2023). PETITUM, 11(02), 118-122. https://doi.org/10.36090/jh.v11i02.1401

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>